Transformator

15 Oktober 2011 Tinggalkan komentar

Pengertian Transformator
Transformator merupakan suatu peralatan listrik elektromagnrtik statis yang berfungsi untuk memindahkan dan mengubah daya listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian lisrtrik lainnya dengan frekuensi yang sama dan perbandingan tegangan antara sisi primer dan sisi skunder bebbanding lurus dengan perbandingan arusnya
Dalam bidang teknik listrik pemakaian transformator dikelompokkan menjadi:
1. Transformator Daya
2. Transformator Distribusi
3. Transformator Pengukuran; yang terdiri dari transformator arus dan transformator tegangan.

Prinsip Kerja Transformator
Transformator terdiri dari dua buah kumparan (Primer dan Skunder) yang bersifat induktif. Kedua kumparan ini terpisah secara elektris tetapi terhubung secara magnetis melelui jalur reluktansi (reluctance) rendah. Apabila kumparan primer di beri tegangan bolak balik (AC) maka fluks bolak balik muncul di dalam inti yang dilaminasi, karena kumparan tesebut tertutup maka mengalilrlah arus primer. Akibat adanya fluks pada kumparan rimer maka kumparan primer akan terjadi induksi (Self Induction) dan terjadi pula induksi pada kumparan skunder akibat adanya fluks pada kumparan primer atau disebut induksi bersama (Mutal Induction) yang menyebabkan timbulnya fluks magnet pada kumparan skunder, maka menglirlah arus skunder jika kumparan skunder dibebani, seghingga energi listrik dapat ditransfer keseluruhan secara magnetisasi.

Keadaan Transformator Tanpa Beban
Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber tegangan V1 yang sinusoidal, akan mengalirkan arus primer I0 yang juga sinusoidal dan dengan menggangap belitan N1 reaktif murni. Arus primer I0 menimbulkan fluks yang sefasa dan juga berbentuk sinusoidal.

Rangkaian Sederhana Transformator Tanpa Beban

Rangkaian Sederhana Transformator Tanpa Beban


Keadaan Transformator Berbeban
Apabila kumparan skunder dihubungkan dengan beban maka I2 mengalir di kumparan skunder.
Rangkaian Sederhana Transformator Berbeban

Rangkaian Sederhana Transformator Berbeban


Arus beban I2 akan menimbulkan gaya gerak magnet (ggm) N2, I2 yang cendrung melawan fluks bersama yang telah ada akibat arus pemagnetan.

Kategori:Uncategorized

Fuse Cut Out

8 Oktober 2011 2 komentar

1. Pengertian
Fuse (Pelebur) merupakan suatu alat pemutus yang dengan meleburnya bagian dari komponennya yang telah dirancang khusus dan disesuaikan ukurannya untuk itu, membuka rangkaian dimana pelebur tersebut terpasang dan memutuskan arus bila arus tersebut melebihi suatu nilai tertentu dalam waktu yang cukup.
Fuse cut out (sekring) adalah suatu alat pengaman yang melindungi jaringan terhadap arus beban lebih (over load current) yang mengalir melebihi dari batas maksimum, yang disebabkan karena hubung singkat (short circuit) atau beban lebih (over load). Konstruksi dari fuse cut out ini jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan pemutus beban (circuit breaker) yang terdapat di Gardu Induk (sub-station). Akan tetapi fuse cut out ini mempunyai kemampuan yang sama dengan pemutus beban tadi. Fuse cut out ini hanya dapat memutuskan satu saluran kawat jaringan di dalam satu alat. Apabila diperlukan pemutus saluran tiga fasa maka dibutuhkan fuse cut out sebanyak tiga buah.
2. Prinsip Kerja
Pada sistem distribusi fuse cut out yang digunakan mempunyai prinsip kerja melebur, apabila dilewati oleh arus yang melebihi batas arus nominalnya. Biasanya Fuse Cut Out dipasang setelah PTS maupun LBS untuk memproteksi feeder dari gangguan hubung singkat dan dipasang seri dengan jaringan yang dilindunginya, Fuse Cut Out juga sering ditemukan pada setiap transformator.
Penggunaan fuse cut out ini merupakan bagian yang terlemah di dalam jaringan distribusi. Karena fuse cut out boleh dikatakan hanya berupa sehelai kawat yang memiliki penampang disesuaikan dengan besarnya arus maksimum yang diperkenankan mengalir di dalam kawat tersebut. Pemilihan kawat yang digunakan pada fuse cut out ini didasarkan pada faktor lumer yang rendah dan harus memiliki daya hantar (conductivity) yang tinggi. Faktor lumer ini ditentukan oleh temperatur bahan tersebut. Biasanya bahan-bahan yang digunakan untuk fuse cut out ini adalah kawat perak, kawat tembaga, kawat seng, kawat timbel atau kawat paduan dari bahan – bahan tersebut. Pada umumnya diantara kawat diatas, yang sering digunakan adalah kawat logam perak, hal ini karena logam perak memiliki Resistansi Spesifik (µΩ/cm) yang paling rendah dan Titik Lebur (oC) yang rendah. Kawat ini dipasangkan di dalam tabung porselin yang diisi dengan pasir putih sebagai pemadam busur api, dan menghubungkan kawat tersebut pada kawat fasa, sehingga arus mengalir melaluinya.

Jika arus beban lebih melampaui batas yang diperkenankan, maka kawat perak di dalam tabung porselin akan putus dan arus yang membahayakan dapat dihentikan. Pada waktu kawat putus terjadi busur api, yang segera dipadamkan oleh pasir yang berada di dalam tabung porselin. Karena udara yang berada di dalam porselin itu kecil maka kemungkinan timbulnya ledakan akan berkurang karena diredam oleh pasir putih. Panas yang ditimbulkan sebagian besar akan diserap oleh pasir putih tersebut. Apabila kawat perak menjadi lumer karena tenaga arus yang melebihi maksimum, maka waktu itu kawat akan hancur. Karena adanya gaya hentakan, maka tabung porselin akan terlempar keluar dari kontaknya. Dengan terlepasnya tabung porselin ini yang berfungsi sebagai saklar pemisah, maka terhidarlah peralatan jaringan distribusi dari gangguan arus beban lebih atau arus hubung singkat.
Umur dari fuse cut out initergantung pada arus yang melaluinya. Bila arus yang melalui fuse cut out tersebut melebihi batas maksimum, maka umur fuse cut out lebih pendek. Oleh karena itu pemasangan fuse cut out pada jaringan distribusi hendaknya yang memiliki kemampuan lebih besar dari kualitas tegangan jaringan, lebih kurang tiga sampai lima kali arus nominal yang diperkenankan. Fuse cut out ini biasanya ditempatkan sebagai pengaman tansformator distribusi, dan pengaman pada cabang – cabang saluran feeder yang menuju ke jaringan distribusi sekunder.
3. Konstruksi Fuse Cut Out

1. Isolator Porselin
2. Kontak Tembaga (disepuh perak)
3. Alat Pemadam/Pemutus Busur
4. Tutup Yang Dapat dilepas (dari kuningan)
5. Mata kait (dari brons) 6. Tabung pelebur (dari resin)
7. Penggantung (dari kuningan)
8. Klem pemegang (dari baja)
9. Klem terminal (dari kuningan)

Kategori:Uncategorized

Listrik

8 Oktober 2011 Tinggalkan komentar

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik.
Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
1. Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton,
yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
2. Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik
mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik. Perusahaan listrik yang terbesar di Indonesia adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Kategori:Uncategorized

Pengertian Mikrokontroler

7 Oktober 2011 Tinggalkan komentar

Mikrokontroller
Mikrokontroller adalah sebuah system mikrokontroler berteknologi single chip.
Pada Mikrokontroller sudah terdapat komponen – komponen mikroprosesor dengan bus – bus internal yang saling berhubungan. Komponen – komponen tersebut adalah RAM,
ROM, timer, komponen I/O paralel dan serial, dan interrupt kontroller.
Adapun keunggulan dari Mikrokontroller adalah adanya sistem interrupt. Sebagai
perangkat kontrol penyesuaian, Mikrokontroller sering disebut juga untuk menaikkan
respon semangat ekternal (interrupt) di waktu yang nyata. Perangkat tersebut harus
melakukan hubungan switching cepat, menunda satu proses ketika adanya respon
eksekusi yang lain.
Mikrokontroller AT89C51
Mikrokontroller AT89C51 merupakan CMOS 8 bit yang memiliki performa yang
tinggi dengan disipasi daya yang rendah. Memiliki sistem pemograman kembali Flash
Memori 4 Kbyte dengan daya tahan 1000 kali write/erase. AT89C51 diproduksi oleh
ATMEL dengan teknologi kepadatan tinggi serta kompatibel dengan produk MCS-51 yang
telah di standarisasi instruction set dan pin keluaran nya.
Disampig itu terdapat RAM Internal dengan kapasitas128 x 8 bit. Dan frekuensi
pengoperasian hingga 24 MHz. Mikrokontroller ini juga memiliki 32 port I/O yang terbagi
menjadi 4 buah port dengan 8 jalur I/O, kemudian terdapat pula Sebuah port serial dengan
kontrol serial full duplex, dua timer/counter 16 bit dan sebuah osilator internal dan
rangkaian pewaktu.

Kategori:Uncategorized

Hello world!

4 Oktober 2011 1 komentar

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.